Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menanggulangi masalah intoleransi ini. Mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, perlu diberikan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan. Pendidikan anti intoleransi di perguruan tinggi menjadi salah satu upaya untuk mencegah berkembangnya sikap diskriminatif, prejudis, serta stereotip negatif yang berpotensi merusak tatanan sosial.
Pendidikan anti intoleransi ini tidak hanya penting untuk meningkatkan kesadaran sosial mahasiswa, tetapi juga untuk membekali mereka dengan keterampilan komunikasi, empati, dan sikap terbuka terhadap keberagaman. Dengan pemahaman yang benar tentang keragaman budaya, agama, dan latar belakang sosial, diharapkan mahasiswa dapat berinteraksi secara lebih konstruktif dan harmonis dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pendidikan ini juga relevan dengan visi dan misi perguruan tinggi dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang inklusif, toleran, dan siap menghadapi tantangan global. Selain memberikan pemahaman, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengambil bagian aktif dalam mempromosikan sikap toleransi, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka di masyarakat luas.
A. Tujuan kegiatan ini adalah:
1. Memberikan pemahaman mahasiswa terkait upaya untuk mencegah intoleransi.
2. Meningkatkan pemahaman nila-nilai nilai-nilai moral yang penting, seperti kejujuran, integritas, dan empati.
3. Menanamkan nilai-nilai dan membangun sikap mahasiswa untuk dapat berperan dalam upaya untuk mencegah intoleransi.
B. Tema Kegiatan
Kegiatan ini mengambil tema: "Mewujudkan Toleransi di Perguruan Tinggi: Membangun Kesadaran Mahasiswa Terhadap Keberagaman"
C. Narasumber
Narasumber Kegiatan ini yaitu dari Kesbangpol Kabupaten Pekalongan:
Ibu Sri Lestari, S.IP, Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Pekalongan