Sosialisasi PPK ORMAWA 2025: Meningkatkan Peran Organisasi Mahasiswa dengan Maksimal di UMPP


Pekalongan, 14 Maret 2025 — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas dan keterlibatan mahasiswa dengan mengadakan Sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA). Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Maret 2025, mulai pukul 13.00 WIB, di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP).

Acara ini diikuti oleh 59 individu yang terdiri dari wakil mahasiswa anggota organisasi kemahasiswaan (ormawa), para pembimbing ormawa, serta Wakil Dekan II dari berbagai fakultas di UMPP. Kegiatan sosialisasi ini ditujukan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta terkait tahapan pelaksanaan PPK ORMAWA 2025, mencakup seleksi, implementasi program, serta sistem pelaporan dan evaluasi. Kegiatan secara resmi dimulai oleh wakil rektor universitas yang menekankan signifikansi partisipasi mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat yang berlandaskan organisasi. "PPK ORMAWA bukan sekadar kompetisi proposal, tetapi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu, berinovasi, dan membangun hubungan sosial dengan masyarakat," ungkap seorang pejabat kampus dalam sambutannya.

Berbagai organisasi mahasiswa ikut serta dalam kegiatan sosialisasi ini, termasuk ormawa yang aktif di UMPP. Dalam lingkungan otonom Muhammadiyah serta kelompok minat dan bakat, terdapat wakil dari HW (Hizbul Wathan), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), MAPALA, IMSAKA, Tapak Suci, Gema Nada, PKK-MA, English Club (EC), dan PIK-Sahabat. Sementara itu, dalam struktur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), terdapat perwakilan BEM Universitas, BEM Fakultas Kesehatan (FIKES), serta BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Selain itu, sejumlah Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) juga berperan aktif, di antaranya HIMAFISTA, HMPS PIJAR, HIMAFARSI, HIMDEKA, HISDAN, HIMSADA, serta HMPS dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi.

Dalam sesi inti sosialisasi, peserta diberikan penjelasan rinci tentang prosedur pengajuan proposal, tema-tema prioritas yang bisa diusulkan ormawa, serta tips untuk menyusun proposal yang bersaing. Pemateri menekankan pentingnya kolaborasi antar organisasi mahasiswa serta keterlibatan langsung dengan masyarakat sebagai aspek kunci dalam penilaian aspek sosial. Antusiasme peserta tampak jelas melalui dialog yang interaktif ketika sesi tanya jawab berlangsung. Sekumpulan mahasiswa menunjukkan antusiasme untuk ikut serta dalam PPK ORMAWA dan mulai merancang konsep program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar mereka.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan semua ormawa di UMPP dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk ikut serta dalam PPK ORMAWA 2025, sekaligus memberikan kontribusi signifikan dalam pemberdayaan masyarakat melalui program-program inovatif dan berkelanjutan.

Kemahasiswaan